Kepala UPT Career Center Ajak Bersinergi Tingkatkan Tracer Study

FAI UMJ Tracer Study

Kepala UPT Career Center Ajak Bersinergi Tingkatkan Tracer Study

FAI UMJ – Tracer study merupakan sebuah upaya penelusuran alumni perguruan tinggi. Ada banyak istilah yang disematkan sebagai padanan tracer study, diantaranya adalah graduate survey, alumni research dan istilah sejenis lainnya. Dikatakan bahwa tracer study adalah studi tentang lulusan atau alumni sebuah perguruan tinggi.

Tracer study juga dapat digunakan untuk melihat tingkat relevansi lulusan terhadap bidang kerja yang ditekuni, mengukur jumlah serapan alumni di dunia kerja serta apakah alumni yang dihasilkan memenuhi standar yang ada di dunia kerja/ industri. Tracer study bermanfaat bagi alumni, perguruan tinggi dan juga perusahaan.

Anis Setianti, M.Pd. memaparkan grafik data tracer study FAI UMJ (Foto: Doc. FAI UMJ)

Dalam situs resmi tracer study kemendikbud RI disebutkan bahwa Hasil tracer study yang kemudian dilaporkan ke Dikti akan membantu program Pemerintah dalam rangka memetakan kebutuhan dunia kerja dengan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Begitu pentingnya tracer study, UPT Career Center UMJ melakukan sosialisasi tracer study ke seluruh fakultas di UMJ. Senin (06/06/2022) kemarin, UPT Career Center UMJ mendatangi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) untuk menyosialisasikan tracer study.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Kepala UPT Career Center UMJ Anis Setianti, M.Pd. Selain itu, kunjungan itu dimaksudkan untuk menampung masukan dari fakultas. Demi capaian maksimal data tracer study, Anis mengajak FAI UMJ untuk bersinergi dengan UPT Career Center UMJ.

Hal tersebut, menurut Anis, karena sebaran alumni akan ditanyakan asesor saat visitasi akreditasi. “Di sini lah career center akan berperan aktif,” katanya. Untuk tujuan tersebut, tracer study menjadi penting bukan hanya untuk universitas tapi fakultas bahkan program studi.

Anis mengingatkan agar data yang di-input harus data yang valid. “Sedangkan formulir pengisian tracer study sudah disesuaikan dengan data Dikti,” tambahnya. “Bagaimana caranya supaya prodi bisa push untuk sounding ke alumni.  Bagaimana caranya prodi dapat input data lebih banyak,” tanya Anis.

Dekan FAI UMJ Dr. Sopa, menjelaskan tracer study sebelum era digital begitu masif digunakan. “Dulu tracer study dibuat manual, sekarang tidak bisa” katanya. Pada kesempatan tersebut dekan menyampaikan pesan agar FAI UMJ harus belajar dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang sudah bagus dan dekat.

Dekan berharap agar hal ini dikerjakan dengan serius karena, salah satunya, akan memengaruhi jumlah penerimaan mahasiswa baru. “Tolong jadi perhatian kita semua. Di PTM yang akreditasi A karena memang serius mengerjakan ini. Mereka tahu sebaran alumninya,” pesannya. (AM/ FAI UMJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published.